Ajang Lomba Mapsi Tingkat Kabupaten Blora

oleh -38 Dilihat

Blora, KabarWarganet. Lomba Mata Pelajaran Pendidikan agama Islam dan Seni Islam Sekolah Dasar (MAPSI-SD) Ke-24 yang diselenggarakan di halaman belakang SMPN 1 Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sabtu (24/9/2022)

Bupati Blora, Arief Rohman usai acara menyampaikan kepada awak media, ini ajang lomba anak-anak Sekolah Dasar (SD) tingkat Kabupaten Negri maupun Swasta untuk berbagi katagori lomba untuk meningkatkan prestasi anak-anak kita.

“Semoga mampu memberikan semangat kepada anak-anak kita biar nanti hasilnya bisa ikut lomba tingkat provinsi,” terangnya.

Kepala Sekolah SDN 2 Jetis, Kusni memaparkan, adapun cabang yang kita lombakan ada tiga cabang yaitu Lomba Pengetahuan PAI dan BTQ Pa dan Pi, Praktek Sholat dan Wudhu dan Adzan dan Iqomah.
untuk seni islami ada tuju cabang meliputi Seni Kaligrafi, Khitobah, Tilawah, Hifdzil Qur’an, Mocopat Islam, Ketrampilan Komputer dan Musik Rebana

“Untuk tingkat provinsi akan dilaksanakan tanggal 4-6 November di danau udang dengan tujuan untuk mencari bakat dari anak-anak tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut, masing-masing juara kecamatan mewakili untuk yang juara satu dan untuk yang seni rebana sendiri ada tuju kecamatan se Kabupaten Blora.

jangan Lewatkan:  Bupati dan DPRD Blora Tandatangani Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD 2023 dan APBD Perubahan 2022

Anggaran lomba ini sendiri dari infaq guru-guru agama hingga sampai provinsi mencapai Rp 75 juta, kita dari Kelompok Kerja Guru (KKG) agama Islam di support dari dinas pendidikan dan kemenag memberikan motivasi.

Kepala Sekolah SMPN 1 BLORA, Aunur Rofiq mengatakan, disini sebagai tempat pelaksanaan saja karena hari Sabtu sekolah libur kita hanya sebagai pasilitas saja, untuk acara sendiri dari Sekolah Dasar se-Kabupaten Blora

“Kita berharap MAPSI adalah ajang yang bergengsi untuk lomba agamis, untuk talenta-talenta di bidang keagamaan,” ucapnya.

MAPSI sendiri tidak dilaksanakan oleh Dinas itu murni bila SD KKG kalau SMP MGMI dengan latar belakang

“Dulu yang lamanya Lomba keagamaan yang rutin hampir tidak ada, kita mewadahi yang punya talenta seperti itu, karena tidak semua murid sama,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.