Sukoharjo, KabarWarganet. Peningkatan kasus penderita penyakit HIV dan AIDS di wilayahn Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo yang mencapai 175% dari tahun 2021 sampai 2022, dari 4 kasus ke 7, mengindikasikan bahwa kondisi kesehatan masyarakat perlu ada perhatian khusus.

Melihat kondisi seperti ini, Erna selaku anggota KPA Kabupaten Sukoharjo langsung turun tangan, adakan koordinasi dengan jajaran terkait, hasilnya di rasa perlu untuk mensosialisasikan tentang HIV AIDS sampai masyarakat grasroot, selain itu karena anggota kepengurusan WPA banyak yang tidak aktif lagi, maka perlu diadakan reorganisasi.

Dan pada hari ini Rabu tanggal 16 November 2022 bertempat di Aula Puskesmas Mojolaban, di lakukan pelantikan pengurus baru dilanjutkan pelatihan, jumlah pengurus yang dillantik ada 19 orang, serta dihadiri Forkopimcam Mojolaban

Pelantikan pengurus di lakukan oleh Camat Mojolaban yang diwakili oleh Sekcam Wisnu P. W., dalam sambutannya beliau mengucapkan selamat kepada pengurus baru, dan berpesan agar ikhlas dalam bekerja, lillaahi ta’ala karena tidak mendapatkan gaji atau tunjangan dari pemerintah. 

jangan Lewatkan:  Marwan Jafar: BPH Migas harus punya daya eksekusi dalam pengawasan

Beliau juga akan mendorong para Kepala Desa agar memberikan alokasi dana guna bisa mensosialisasikan tentang penyakit HIV dan AIDS di desanya masing-masing agar bisa terhindar dari kasus penyakit-penyakit yang menjangkiti masyarakat.

Dokter Hery Suparyanto selaku Kepala Puskesmas Mojolaban, dalam sambutannya mengatakan bahwa, “Pelatihan ini supaya masyarakat paham betul menghadapi penyakit ini, tidak merasa takut namun bersikap bijaksana apabila di lingkungannya ada kasus HIV dan Aids, serta hubungan antar warga damai, nyaman, tidak ada diskriminasi, stigma kepada penderita atau ODHA, Puskesmas juga siap membantu dalam memberikan materi saat sosialisasi, bimbingan dan perlindungan,” ucapnya.

Parjianto selaku Ketua pengurus WPA Kecamatan Mojolaban, berkomitmen akan membentuk kepengurusan WPA di setiap Desa, sebanyak 15 Desa.

Kepengurusan ini di harapkan pada akhir bulan Desember 2022 sudah terbentuk, selanjutnya akan dilakukan work shop, agar betul-betul tepat dalam bertindak menekan kasus HIV dan Aids bermunculan, suluh, temukan kasus, obati penderitanya, pertahankan kesehatan penderita, InsyaAllah tidak akan terjadi kasus baru,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *