Blora, KabarWarganet. Setelah menjabat menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari partai Kebangakitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blora periode 2019-2024. Abdulah Aminudin sidak ke Pasar Sidomakmur Blora, Jawa Tengah, Selasa (6/9/2022)

Aminudin sengaja mengunjungi Pasar Sidomakmur ini untuk melihat langsung penataan atau situasi pedagang pasar yang konon katanya dari pedagang banyak kurang penataannya.

Setibanya di pasar langsung meninjau lokasi dan melihat di beberapa Blok A, B, C dan D serta menyempatkan juga menyapa pedagang yang ada dipinggiran teras.

“Konon ceritanya dipasar Sido Makmur banyak masalah, makanya saya ingin sidak langsung ke pasar agar tahu kondisinya seperti apa sebenarnya,” ungkapnya

Lebih lanjut kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa tersebut, hari ini saya melihat permasalahan diantaranya parkir, mendengar keluhan langsung dari para pedagang juga dari pembelinya.

“Artinya banyak pembeli yang mengeluhkan parkir, dikenakan biaya parkir beberapa kali saat parkir pindah blok sini bayar parkir pindah blok sana kena parkir,” tambahnya.

Hal ini menjadi salah satu penyebab pembeli yang merasa terbebani parkir yang kurang pentaannya.

jangan Lewatkan:  Viral.. Selebgram Blora Jualan Jamu Gendong

Dari sisi sini lah yang harus selesaikan biar kedepannya pasar sido makmur tambah ramai pembeli atau pengunjung.

Menurutnya, dengan adanya sistem parkir portal itu sangat mudah dan canggih. Selain itu sistem one way akan memudahkan dan keamanan juga akan terjamin, konteksnya penertiban pemetaan pasar bisa untuk meningkatkan menambah PAD.

Selain itu perlunya untuk menarik agar pembeli datang saya berharap event event pemerintah, dipusatkan di pasar.

“Sistem one way tidak akan berdampak pada petugas parkir,ini justru sangat membantu dan akan diatur sesuai posisi parkir sebelumnya,” ucapnya.

Salah satu penjual pakaian, Nur Hayati memaparkan kepada awak media, menginginkan kasih rambu-rambu lalulintas untuk di depan pasar di karenakan sering terjadi kecelakaan lalulintas.

Lebih lanjut, bila narik karcis kalau bulaan agak keberatan karena mencapai kurang lebih Rp 75.000,- kalau bisa setiap hari seperti dulu di tempat yang lama.

“Pinginya setiap hari narik yang jual di tarik yang tidak jual tidak ditarik,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *