Telat Bayar Listrik Meteran Dicabut Dan Oknum Petugas Melakukan Kekerasan

oleh -35 Dilihat

Blora, KabarWarganet. Pencabutan aliran listrik oleh oknum PLN dengan pemilik rumah Ardhya Pratama warga Kecamatan Randublatung, mengadukan perbuatan oknum petugas PLN ke polisi. Tak hanya mencabut paksa meteran listrik, oknum petugas tersebut juga melakukan tindakan kekerasan terhadap istrinya yang melihat pencabutan tersebut.

Suami korban, Ardhya Pratama menjelaskan kepada awak media, ada petugas PLN yang datang ke rumahnya dan memberitahukan bahwa ada keterlambatan pembayaran listrik selama dua bulan. Padahal, istrinya sudah melakukan pembayaran listrik pada bulan Juli.

“Istri saya sudah bayar untuk bulan Juli melalui aplikasi. Petugas PLN tadi bilangnya terlambat dua bulan, dan mengaku sudah dibayarkan oleh perusahaannya. Maka, istri saya minta kuitansi atau rekening untuk diganti, tapi petugas tadi menolak memberikannya,” ungkapnya.

Ardhya menambahkan, pada tanggal 2 September sekitar pukul 16.30 WIB datang lagi oknum petugas PLN yang berbeda langsung menuju meteran listriknya lewat samping rumahnya dan mengambilnya. Mengetahui hal itu, istrinya keluar rumah untuk menegur dan meminta surat tugas serta id card petugas tersebut namun ditolak sehingga terjadi adu mulut.

jangan Lewatkan:  Sekcam Mojolaban Lantik Pengurus Warga Peduli AIDS

“Padahal petugas ngakunya sudah dibayarkan, kok masih dicabut meteran listriknya. Kemudian, saat itu istri saya berhasil meminta id card petugas tersebut dan memfotonya. Saat mau ambil foto bagian belakang (id card), petugas tersebut merebut kembali sambil memiting (mengapit) leher istri saya,” tambahnya.

Tetangga yang mengetahui hal itu pun melerainya. Sehingga istrinya mengembalikan id card oknum petugas PLN tersebut. Selanjutnya, oknum petugas PLN tersebut langsung tancap gas pergi dengan mengendarai sepeda motor.

Sementara itu, Wardoyo Meneger PLN Cepu memaparkan, peristiwa tersebut petugas sudah melaksanakan sesuatu prosedural tapi memang peristiwa tadi ada kesalahan paham antara pelanggan dan dari petugas sudah mengakui dan dari pelanggan sendiri juga sudah memaafkan yang intinya di selesaikan secara kekeluargaan.

“Untuk petugas di lapangan melaksanakan tugas dengan humanis kemudian yang terpenting komunikasi menjadi kunci utama, untuk pelayanan akan kami tingkatkan dan lakukan pembinaan terus menerus untuk melayani kepada pelanggan,” jelasnya.

Kanitreskrim Polsek Randu, Prayitno menjelaskan, pelaporan tentang yang diduga ada perbuatan yang tidak menyenang terkait penarikan listrik segel yang memang ada tunggakan kemudian dilakukan pelapur dan akirany setelah di pertemuan pelaku melakukan undangan klarifikasi.

jangan Lewatkan:  HUT Partai Golkar Gelar Jalan Sehat Di Bogorejo

“Hasil mediasi sejak awal sudah ada gambaran bahwa kita hanya mengulang atau merepleksi bahwa semua adalah hal yang terjadi di lapangan adalah kekhilafan dan menjadi pengalaman sendiri bagi pihak meteran itu sendiri,” terangnya.

Ia menambahkan, memang semua iku konsumen tetep pelanggan harus punya etika dalam menjalankan tugas terkait dengan kesalahan yang ada di pencatatan meteran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.